<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Satukan Hati... Satukan Visi...</title>
	<atom:link href="http://dwimeri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dwimeri.wordpress.com</link>
	<description>Satukan hati, satukan visi...</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Feb 2008 04:35:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dwimeri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Satukan Hati... Satukan Visi...</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dwimeri.wordpress.com/osd.xml" title="Satukan Hati... Satukan Visi..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://dwimeri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/</link>
		<comments>http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 03:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwimeri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/</guid>
		<description><![CDATA[alam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa. Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=43&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>alam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.</p>
<p>Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majelis-majelis ilmu,  yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.<br />
<span id="more-43"></span><br />
Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum : harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.</p>
<p>Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.</p>
<p>Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.</p>
<p>&#8220;Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.&#8221; (QS. Al-Hadid : 22-23).</p>
<p>Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah : Pokoknya harus dia Ya Allah… harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.</p>
<p>Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan firman dari Allah : &#8220;… Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.&#8221; (QS. Al-Baqarah : 216).</p>
<p>Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya : hidup di akhirat kelak!</p>
<p>Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dwimeri.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dwimeri.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwimeri.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwimeri.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwimeri.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwimeri.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwimeri.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwimeri.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwimeri.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwimeri.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwimeri.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwimeri.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwimeri.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwimeri.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwimeri.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwimeri.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=43&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dwimeri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/</link>
		<comments>http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 03:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwimeri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung jawab, setia, akhlaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=41&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung jawab, setia, akhlaknya memikat, dan sebagainya. Coba bayangin semua ini terjadi pada diri kita, wuah&#8230;surga dunia tuh! Siapa sih yang gak mau, iya gak?<span id="more-41"></span></p>
<p>Saat kita lanjut usia, rambut mulai satu-persatu rontok, raga pun perlahan rapuh dan sepuh, sang istri atau suami masih tetap setia mendampingi. Saat di pembaringan, ada yang mijitin pundak hingga kitapun tertidur pulas. Saat dingin menyerang rangkulan kekasih pun semakin erat, bersama saling menopang saat kaki-kaki kita semakin melemah. Kalau sedih ada yang menghibur, saat senang, apalagi, wuah&#8230;uendah nian.</p>
<p>Namun,  waktu itu adalah kehidupan, ia tak pernah berhenti sesaatpun, seiring waktu berlalu, istri semakin keriput dan endut. Tapi menurut sang suami, &#8220;Istriku masih yang tercantik,&#8221; sementara suami pun perutnya udah buncit, tapi menurut sang istri, &#8220;Engkaulah satu-satunya Pangeran dalam istana hatiku.&#8221;</p>
<p>Kebesaran Allah SWT pun selalu tampak di dalam rumah tangga. Setiap anggota keluarga melakukan sholat berjamaah, qiyamullail, membaca Al Qur&#8217;an, tasbih, tahmid, saling bertausyiah, bermaafan, menasehati, dan mengingatkan. Inilah hasil dari sepasang anak manusia yang menikah karena ingin mengharapkan ridho-Nya dan cita-cita Islam serta kemegahan ajaran-Nya. Inilah dia surga yang disegerakan sebelum surga yang kekal abadi.</p>
<p>Semua diatas adalah harapan setiap pasangan. Namun, tak jarang juga ditemukan dalam suatu keluarga yang terjadi adalah sebaliknya. Dari istri yang dibilang gak pinter mengatur rumah tangga, menjaga anak, atau suami yang selalu pulang malam tak peduli dengan anak dan istri, dan macam-macam lagi. Kata nista, kata-kata yang nyelekit, tuduhan, makian bahkan saling memukul, bisa juga terjadi pada sebuah keluarga, yang gini nih sepet banget! Rumah tangga serasa bagai hidup di neraka, tak ada ketenangan apalagi kasih sayang.</p>
<p>Emang ya, segala sesuatu itu bisa tak seindah bayangan semula. Ada bunga-bunga indah, namun cukup banyak juga onak dan duri yang siap menghadang. Karena itu, berbagai masalah kehidupan dalam lembaga pernikahan harus dihadapi secara realistis oleh setiap pasangan.</p>
<p>Apalagi hidup di zaman seperti sekarang ini memang tak mudah, namun Al Qur&#8217;an memberikan arahan dalam kehidupan berumah tangga, *&#8221;&#8230;. dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik&#8230;.** [QS Ath Thalaaq: 6] *&#8221;&#8230;.. *dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.&#8221; **[QS An Nisaa': 19] *</p>
<p>Seperti gading, tak ada yang tak retak, begitu juga manusia, tak ada yang sempurna. Setiap kita pasti ada kekurangannya, bisa saja seorang suami atau istri terlihat mempunyai satu kekurangan, namun kalau dipikir-pikir lebih banyak kelebihannya. Apakah kekurangannya saja yang diperhatikan oleh pasangannya atau kedua-duanya dengan pertimbangan yang adil?</p>
<p>Konflik dalam kehidupan rumah tangga juga tak jarang menyebabkan banyak pasangan kehilangan cinta yang dulunya mempersatukan mereka, dan Allah SWT juga telah memberikan arahan yang jelas, *&#8221;Hai orang-orang mu&#8217;min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; **[QS At Taghaabun: 14]*</p>
<p>Karena itu, sesungguhnya dalam kehidupan berkeluarga yang kita harapkan adalah indahnya keampunan Allah dan surga-Nya, juga kasih sayang orang-orang yang terdekat dengan kita, yang setiap hari saling membutuhkan, karena itu &#8216;sayangilah aku (pasangan hidupmu) hingga ujung waktu.&#8217;</p>
<p>Wahai akhi wa ukhti fillah, mari kita saling mendoakan ya, Semoga dengan kita mengambil panduan Al Qur&#8217;an dan sunnah Rasul-Nya serta contoh teladan dari keluarga Rasulullah SAW, akan semakin banyak rumah tangga yang tadinya kurang sakinah kembali menjadi sakinah, rumah tangga yang sakinah menjadi lebih sakinah, dan insya Allah pula saudara-saudara yang belum berumah tangga dikabulkan do&#8217;anya berupa pasangan hidup yang sholeh atau sholehah, *aamiin allahumma aamiin.*</p>
<p>Wallahu alam bi showab,</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dwimeri.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dwimeri.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwimeri.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwimeri.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwimeri.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwimeri.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwimeri.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwimeri.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwimeri.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwimeri.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwimeri.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwimeri.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwimeri.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwimeri.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwimeri.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwimeri.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=41&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwimeri.wordpress.com/2008/02/01/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dwimeri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teman Hidup</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/teman-hidup/</link>
		<comments>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/teman-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 03:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwimeri</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/teman-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah yang telah mentakdirkan segala bentuk pertemuan dan perpisahan. Yang telah menentukan segala bentuk kehidupan dan kematian. Agar manusia dapat bersyukur terhadap berbagai macam kenikmatan dan kelapangan sebelum datang kepadanya ujian berupa kesulitan.Shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada nabi kita Muhammad Shalllahu ‘alaihi wasallam karena telah mengajarkan kepada kita makna sesungguhnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=37&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segala puji bagi Allah yang telah mentakdirkan segala bentuk pertemuan dan perpisahan. Yang telah menentukan segala bentuk kehidupan dan kematian. Agar manusia dapat bersyukur terhadap berbagai macam kenikmatan dan kelapangan sebelum datang kepadanya ujian berupa kesulitan.Shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada nabi kita Muhammad Shalllahu ‘alaihi wasallam karena telah mengajarkan kepada kita makna sesungguhnya dari hidup dan kehidupan.<span id="more-37"></span></p>
<p>Telah menjadi ketentuan Allah bahwasanya manusia seluruhnya akan melewati berbagai perjalanan panjang menuju janji Allah Subhanahu wa ta’ala. Dari alam ruh kita dipindahkan ke alam rahim kemudian dilahirkan oleh ibu kita tercinta. Setelah menginjakkan kaki di dunia ini kita pun tumbuh. Dahulunya kita adalah bayi mungil kemudian beranjak remaja, dewasa, membangun keluarga kemudian menjadi renta hingga akhirnya kita semua akan mati. <span></span></p>
<p>Setelah mati kita pun dikubur sendiri dalam liang yang sempit dan sunyi. Kita berpindah ke alam barzakh untuk kembali melanjutkan perjalanan panjang kita menuju janji Allah Subhanahu wata’ala yaitu akhirat yang kekal abadi. Maka beruntunglah mereka yang semasa hidupnya selalu berada di bawah cahaya hidayah dan sungguh merugi mereka yang hari-harinya di dunia ini hanya terlukiskan oleh tinta-tinta kemaksiatan dan kedurhakaan kepada-Nya.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Dalam perjalanan kita di dunia ini. Tentunya kita hidup dalam sebuah lingkungan sosial. Dan sebagai makhluk sosial kita sangatlah membutuhkan teman dan pergaulan. Di sekolah, di tempat kerja ataupun di lingkungan tempat tinggal kita. Kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Sehingga tak diragukan lagi bahwasanya teman dan pergaulan merupakan elemen yang sangat penting dalam proses pembentukan karakter jiwa seorang manusia.</p>
<p>Islam, sebagai agama yang sempurna, sejak dahulu telah menjelaskan kepada kita tentang konsep pergaulan sosial yang ideal. Karena telah nyata dari masa ke masa bahwa pergaulan dengan teman atau masyarakat yang baik akan mendorong seseorang itu menjadi individu yang baik. Sebaliknya, bergaul dengan teman atau masyarakat yang buruk akan menyeret seseorang kepada keburukan demi keburukan. Cepat atau lambat. Rasulullah bersabda:</p>
<blockquote><p> “Perumpamaan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Seorang penjual minyak wangi tidak akan merugikanmu baik kamu membeli minyak wangi tersebut atau tidak, engkau pasti akan mencium darinya aroma yang semerbak. Sementara dekat dengan pandai besi hanya akan membuat bajumu gosong atau paling tidak kau akan menghirup bau yang tidak sedap darinya”(H.R.Bukhari dan Muslim)</p></blockquote>
<p>Berdasarkan hadits di atas kita dapat menyimpulkan bahwasanya dengan bergaul dengan teman yang baik kita juga akan menjadi baik. Kalaupun tidak menjadi baik, paling tidak kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukannya. Sedangkan bergaul dengan teman yang jahat hanya akan membuat kita terjerumus ke dalam kejahatan. Kalaupun mungkin kita tidak terjerumus, paling tidak kita akan merasakan akibat dari kejahatan yang dia lakukan.</p>
<p>Begitu pentingnya masalah pergaulan ini sampai-sampai Rasulullah menjadikan teman sebagai salah satu parameter kepribadian seseorang. Dengan siapa seorang itu bergaul akan menjelaskan kepada kita gambaran kepribadian orang tersebut. Rasulullah bersabda:</p>
<blockquote><p>“Kondisi keagamaan seseorang sangat tergantung pada kondisi keagamaan temannya. Maka hendaknya kamu memperhatikan dengan siapa sebenarnya kamu tengah bergaul”(HR.Abu Daud, At-Tirmidzi dan Hakim dengan sanad Hasan)</p></blockquote>
<p>Sebuah bait syair arab pun telah menyebutkan hal yang serupa:</p>
<blockquote><p>“Jangan kau tanya langsung tentang bagaimana seseorang itu, tapi cukup tanyakan bagaimana temannya, karena sesungguhnya seseorang itu akan mengikuti langkah-langkah temannya.”</p></blockquote>
<p>Maka dari itu marilah kita kembali menata pergaulan kita dalam hidup ini. Dengan siapa kita bergaul dan dengan siapa kita memberikan loyalitas. Memang berat bagi seseorang untuk melepaskan diri dari lingkungan dan pergaulan yang buruk. Tapi marilah kita usahakan sejak sekarang. Mumpung semua belum terlambat. Sebelum pergaulan kita yang keliru menjerumuskan kita ke dalam penyesalan yang tiada akhir di akhirat kelak. Bukankanh Allah subhanahu wa ta’ala berfirman memperingatkan kita akan hal ini?!:</p>
<p align="right"><big>وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا. يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلا . لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلإنْسَانِ خَذُولا</big></p>
<blockquote><p>“Dan hari itu ketika orang yang zalim menggigit dua tangannya [karena menyesal], seraya berkata: “Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman akrabku. Sesungguhnya Dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”(Al-Furqan:27-29)</p></blockquote>
<p>———–<br />
Di antara bentuk pergaulan yang sangat menentukan masa depan suatu masyarakat adalah pergaulan dalam sebuah keluarga. Yaitu sejauh mana sebuah keluarga terbangun atas dasar saling mencintai karena Allah, setiap individu di dalamnya senantiasa patuh terhadap aturan-aturan Allah dan saling bekerjasama untuk mencapai Ridho-Nya. Tanpa itu semua maka sebuah keluarga hanya akan merusak setiap individu di dalamnya yang dengannya akan rusak pula kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Maka dari itu sejak awal proses membangun sebuah keluarga haruslah dilandasi oleh rasa saling mencintai karena Allah. Sehingga hubungan kasih sayang di antara anggota keluarga akan terus berlanjut hingga di akhirat kelak yang kekal abadi.</p>
<p>Tidakkah kita sering melihat keluarga yang dibangun hanya berdasarkan harta semata. Maka seiring berkurangnya harta maka hubungan cinta kasih sesama anggota keluarga pun akan berkurang. Kita juga sering melihat keluarga yang dibangun hanya atas dasar ketertarikan fisik antara sepasang suami-istri sahaja. Maka seiring pudarnya daya tarik jasmani karena termakan usia maka akan pudar pula kasih sayang diantara mereka berdua. Kita lihat pula sebagian keluarga yang dibangun demi mengejar status sosial yang terpandang. Maka kasih sayang diantara mereka pun tak kan abadi, ia akan berubah seiring putaran roda kehidupan yang tak pasti.</p>
<p>Beda halnya dengan sebuah keluarga yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah. Sepasang manusia bersatu demi sebuah cita-cita agung yaitu menggapai Ridho-Nya. Maka keluarga yang demikian ini akan memetik hasil yang mempesona tidak hanya di dunia yang fana ini namun berlanjut teruus hingga hari yang mana Allah telah berfirman tentangnya:</p>
<p align="right"><big>الأخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ </big></p>
<blockquote><p>“Para kekasih pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”(Az-Zukhruf:67)</p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dwimeri.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dwimeri.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwimeri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwimeri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwimeri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwimeri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwimeri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwimeri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwimeri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwimeri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwimeri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwimeri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwimeri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwimeri.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwimeri.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwimeri.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=37&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/teman-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dwimeri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Memilih Istri</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/nasehat-memilih-istri/</link>
		<comments>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/nasehat-memilih-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 03:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwimeri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/nasehat-memilih-istri/</guid>
		<description><![CDATA[Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?! Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata, cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=36&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Sedih aku. Kenapa ada ikhwan yang menolak akhwat hanya gara-gara fisik?! Padahal akhwat itu baik, cerdas, faham agama pula. Pokoknya insya Allah ia sholihah, tapi kenapa ada ikhwan yang menolaknya hanya gara-gara dia tidak cantik?!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mereka, para ikhwan yang mementingkan kecantikan itu, mungkin beralasan dengan berkata, cantik kan termasuk di dalam syarat-syarat wanita untuk dinikahi. Mereka pun mungkin akan bilang, haditsnya shahih lho. Tapi sayang, mungkin mereka nggak baca sampai akhir kalimat bahwa memilih wanita yang baik agamanya itu lebih selamat.</span><span id="more-36"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mereka mungkin terus bilang, kalau mencari istri yang baik agamanya yang kebetulan cantik boleh khaaan?! Ya memang boleh, tapi pas kebetulan nggak cantik langsung di tolak khaaan?!<span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ah, andai saja mereka tahu bahwa di zaman sekarang ini orang yang kaya itu akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. Dan istri yang hebat adalah yang sanggup hidup miskin. Dan istri yang bijak adalah yang sanggup hidup kaya. Semua kan bisa bilang ‘saya siap hidup susah’ tapi dia nggak akan sanggup kalau nggak hebat. Semua juga siap hidup enak tapi dia akan bangkrut kalau nggak bijak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Andai saja mereka tahu bahwa istri yang hebat dan bijak itu hanya ada pada istri yang sholihah. Dia lah yang qanaah, yang sanggup hidup dalam keadaan apapun yang diberikan suaminya kepadanya. Dia akan merasa cukup atas apa yang ada. Dan akan bersyukur atas kehidupan yang menyenangkan seperti dia akan bersabar atas kehidupan yang menyusahkan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mungkin para ikhwan itu hanya memaknai wanita yang baik agamanya itu sebagai wanita yang pakai jilbab panjang dan manis kalau tersenyum. Yang mungkin dari jilbab wanita tersebut mereka bisa menilai bahwa ia faham agama, dan dari senyumannya mungkin mereka menilai bawa ia baik akhlaknya. Tapi mereka tidak tahu bahwa panjangnya jilbab dan manisnya senyuman hanyalah apa yang tampak di luar, sedangkan yang tidak tampak akan mereka ketahui setelah menikah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mereka akan tahu istri mereka sebenarnya ketika mereka sudah serumah dengannya, bukan di rumah orang tua ataupun di rumah mertua. Karena di rumah sendiri akan tampaklah seorang istri itu sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai anak orangtuanya yang manja dan selalu diturutkan keinginannya, ataupun sebagai menantu yang rajin dan akan selalu menampakkan kebaikan kepada mertuanya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Mungkin sebaiknyalah orang-orang yang sudah menikah itu tinggal di rumahnya sendiri, walaupun harus kontrak atau kredit. Karena di rumah itu akan tampaklah sifat asli istri dalam menyikapi hidup yang diberikan suaminya kepadanya. Mereka akan tahu apakah jilbab isteri mereka membuktikan kefahamannya dalam agama, dan apakah manis senyuman mereka membuktikan kebaikan akhlaknya. Tetap dia pakaikah jilbab yang panjang itu ketika terik matahari panas menghujam?! Tetap adakah senyuman manis itu ketika lebat turunnya hujan?! </span></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah.<br />
Yang tahu hari tak selalu cerah tapi dia tak berubah. </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Istri yang sholihah itu tidak harus kaya, kalau pun kaya Alhamdulillah.<br />
Dia juga tidak harus cantik, kalau pun cantik itu hadiah<br />
Isteri yang sholihah itu adalah yang qana’ah, senangnya berada di rumah.<br />
Keluar rumah hanya untuk belanja atau pergi bersamasuaminya.<br />
Dia tahu bahan makanan telah mengalami kenaikan harga,<br />
dan tidak menyusahkan suaminya dengan segala tuntutannya.<br />
</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Ada juga memang wanita yang bekerja di luar rumah,<br />
tapi yang sholihah, dia mau berhenti kerja kalau suaminya memerintahkannya,<br />
dan tetap bekerja kalau suaminya meridhoinya. </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span>Kau mungkin bingung bagaimana mungkin mendapatkan wanita shalihah<br />
sementara sedari tadi aku terus berkata yang shalihah adalah yang qanaah,<br />
sedangkan qanaah itu tidak tampak di mata. </span></i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span><br />
Yang jelas, nggak usah muluk-muluk cari yang cantik,<br />
karena yang cantik seperti bintang di langit<br />
Mungkin dia mudah ditemukan, bahkan di gelap malam,<br />
tetapi sadarilah dia tak mudah dijangkau tangan.<br />
Ketika itu pun kau mungkin melihatnya berkilauan<br />
tetapi sadarilah ketika siang dia menghilang.</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><span><i>Isteri yang sholihah itu seperti mutiara di dasar laut,<br />
tak selalu putih terkadang terbungkus lumut.<br />
Di dalam cangkangnya dia senang berada,<br />
menjaga diri dan tak mudah digoda.</i></span></p>
<p><i>Kau mungkin harus menyelam untuk menemukannya.<br />
Tapi kau akan tahu seberharga apa dia ketika kau mendapatkannya.</i></p>
<p><span>**<br />
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dwimeri.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dwimeri.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwimeri.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwimeri.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwimeri.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwimeri.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwimeri.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwimeri.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwimeri.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwimeri.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwimeri.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwimeri.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwimeri.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwimeri.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwimeri.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwimeri.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=36&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/nasehat-memilih-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dwimeri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemana Kan Kuberi Cintaku</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/kemana-kan-kuberi-cintaku/</link>
		<comments>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/kemana-kan-kuberi-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 03:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwimeri</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/kemana-kan-kuberi-cintaku/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah menjadi ketentuan Allah bahwasanya manusia akan melewati tahapan-tahapan dalam perjalanannya menuju Allah. Dari alam ruh kita dipindahkan ke alam rahim hinga akhirnya hiduplah orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan hidup dan matilah bayi-bayi yang mati sebelum menghirup nafas di bumi ini. Ternyata kehidupan didunia ini pun tak berlangsung lama, hanya 60-70 tahun saja kemudian kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=35&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText"><span>Sudah menjadi ketentuan Allah bahwasanya manusia akan melewati tahapan-tahapan dalam perjalanannya menuju Allah. Dari alam ruh kita dipindahkan ke alam rahim hinga akhirnya hiduplah orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan hidup dan matilah bayi-bayi yang mati sebelum menghirup nafas di bumi ini. Ternyata kehidupan didunia ini pun tak berlangsung lama, hanya 60-70 tahun saja kemudian kita semua akan mati dan ruh kita berpindah ke alam barzakh (kubur) dan seterusnya untuk melangsungkan perjalanan selanjutnya menuju Allah, hingga kita sampai pada suatu hari yang Allah firmankan: </span></p>
<p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُون</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>..</span><span>إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ </span></p>
<p class="MsoBodyText"><i><span>“Di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”</span></i><span>(As-Syu’ara: 88-89) </span><span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Allah pun jauh-jauh hari telah memperingatkan kita dengan firmannya </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>فَأَمَّا مَنْ طَغَى (٣٧)وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (٣٨)فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (٣٩)وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (٤٠)فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (٤١)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><i>“Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya”. </i>(An-Nazi’at: 37-41)</span><span id="more-35"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kita semua yakin bahwa alam akhirat itu ada, karena demikianlah ciri-ciri orang yang beriman yang Allah sebutkan dalam firmannya: </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (٤)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><i><span dir="ltr">“Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.” </span></i><span dir="ltr">(Al-Baqarah: 4)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dalam kehidupan dunia ini, kita dihadapkan pada berbagai macam cobaan termasuk diantaranya cobaan kenikmatan dunia. Memang suatu hal yang cukup manusiawi jika manusia memiliki kecenderungan atau rasa suka<span>  </span>terhadap hal-hal duniawi. Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (١٤)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span> </span><i>“Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik surga.”</i> (Ali-Imran: 14)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Namun kemudian Allah menegaskan bahwa semua kenikmatan tersebut tidak<span>  </span>ada apa-apanya dibandingkan dengan kenikmatan di sisi-Nya, yaitu kenikmatan yang kekal abadi, bukan kenikmatan yang tak ubahnya seperti fatamorgana seperti kenikmatan dunia ini </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl">كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ (١٨٥</span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>“kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”</span></i><span> (Ali-Imran: 185)</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ (٣٩)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.</span></i><span>”(Al-Mukmin: 39)</span><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kenikmatan dunia itu beraneka ragam. Masing–masing mengandung nilai godaan<span>  </span>dengan kapasitas yang berbeda-beda pula. Harta dan anak menempati posisi unggulan sebagai bagian duniawi yang demikian menggoda. Allah telah memperingatkan tentang goadaan tersebut<span>  </span>delam firmannya: </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (٢٨)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” </span></i><span>(Al-Anfal: 28)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Begitulah dunia, tidak ada nilainya disisi Allah<span>  </span>yang maha pencipta. Dan begitu pula seharusnya manusia memandangnya. Rasulullah bersabda<i>,”Seandainya dunia ini disisi Allah hanya senilai sayap nyamuk, maka Allah tidak akan memberi orang kafir seteguk air sekalipun.</i>(H.R Tirmidzi ia berkata hadits ini hasan ghorib)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Itulah sebabnya Allah melarang kita memandang kehidupan “manusia-manusia dunia” sedemikian takjubnya. Karena batas hidup mereka adalah kematian: </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>وَلا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى (١٣١)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. </span></i><span>(Thoha: 131)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pada kesempatan yang mulia ini kita akan sedikit berbicara tentang bagaimana orang-orang sholih memandang dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ketika kita membicarakan orang-orang sholih maka buanglah jauh-jauh sikap menganggap suci diri sendiri, sehingga seolah-olah<span>  </span>selalu saja kita merupakan bagian dari manusia-manusia sholih tersebut. Sebaliknya ketika membicarakan tentang peringatan mengapa hati kita selalu tertuju kepada orang lain seakan akan kita tak masuk kedalam orang yang diberi peringatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Indah sekali ucapan Abdullah Ibnu Mubarak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl">أحب الصالين ولست منهم وأرجو أن أنال منهم الشفاعة</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span dir="rtl">وأكره من شجيته المعاصي ولو كنا سواء في البضاعة</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>Aku mencinta orang-orang yang shalih walau aku bukan termasuk dari mereka</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>Aku cintai mereka semoga aku memperoleh syafaat</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>Dan aku benci dengan orang yang selalu mengobral maksiat</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span>Walau sebenarnya aku memiliki kebiasaan yang sama dengan mereka</span><span>.</span><span dir="rtl"></span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mengetahui sikap mereka terhadap dunia amatlah perlu, agar kita sedikit memperbaiki sudut pandang kita yang sudah sangat kacau terhadap kehidupan dunia ini. Hal ini sangat perlu , karena ternyata saat kita kehilangan sedikit saja harta dunia, bagi kita sudah menjadi musibah yang kolosal layaknya. Kenapa saat kita gagal mempertahankan keuntungan yang rutin dalam usaha kita, kita anggap seakan sebuah malapetaka hebat. Ungkapan-ungkapan orang sholih tersebut paling tidak dapat menegur kita kalau-kalau ternyata kita sudah terlalu rakus terhadap dunia.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>Dalam kitab Az-Zuhd karya Imam Ahmad, Hasan Al-Bashri pernah berkata:“Aku pernah berjumpa dengan sekelompok orang yang tidak pernah merasa gembira dengan bagian dunia apa pun yang mereka peroleh, dan merekapun tidak pernah merasa sedih bila kehilangan sebagian dari bagian dunia mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Abdullah<span>  </span>bin Umar juga menyatakan,” Sesungguhnya dunia adalah surga kaum kafir dan penjara bagi orang beriman. Ruh seorang mukmin<span>  </span>yang dikeluarkan dari tubuhnya seperti orang yang baru keluar dari penjara, ia akan melayang gembira sesuka hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Maka jadilah kita seperti orang asing atau musafir yang sama sekali tidak tinggal menetap, siang dan malam baginya adalah proses mengumpulkan perbekalan untuk pulang kekampung halaman, yaitu akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Anda jangan salah sangka, bahwa mengharapkan kebaikan akhirat berarti melupakan sama sekali kehidupan dunia. Bukan demikian konsep yang diingankan Allah dan Rasulnya. Allah berfirman :</span></p>
<p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;"><span>وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ (٧٧)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“<i>Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan</i>.” (Al-Qoshosh: 77)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Aplikasi lugas dari konsep ini adalah ketika seorang muslim menjadikan dunia digenggamannya, ia menguasainya bukan sebaliknya dikuasai oleh dunia. Cukuplah dunia tersebut berada ditangannya tapi tidak pernah dia biarkan bersemayam dihatinya. Karena sesuatu yang kita pegang tentu akan mudah untuk kita lepaskan jika ia sudah membahayakan, sebaliknya sesuatu yang sudah merasuk kehati akan sulit untuk di angkat darinya. Sejarah telah mencatatat orang orang seperti ini. Lihatlah Abu Bakar, Umar -Radhiallahu’anhuma- Mereka sangat mudah menginfakkan setengah hartanya bahkan<span>  </span>seluruh<span>  </span>hartanya karena melihat ada keuntungan akhirat yang berlipat-lipat ketika mereka menginvestasikan harta mereka tersebut di jalan Allah. Lagi-lagi, mereka masih hidup didunia, mereka menguasainya, namun jiwa dan cita-cita mereka telah terbang<span>  </span>melayang ke alam akhirat sehingga mereka menjadi orang-orang yang paling berbahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Jika kita kaum muslim bersikap demikian sungguh kita akan kembali memimpin dunia dan diangkat dari kehinaan yang telah lama menimpa kita. Kita tidak lagi takut mati dan tidak lagi begitu tergila-gila dengan dunia. Bagaimana mungkin orang-orang kafir yang takut mati dan gila dunia itu dapat melawan orang-orang yang cita-citanya adalah kematian di jalan Allah demi kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak. Saya tutup nasihat <span> </span>ini dengan sebuah hadits yang berisikan peringatan kepada kaum muslimin agar mereka tidak terjatuh dalam kehinaan yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dari Tsauban ia berkata bahwa Rasulullah telah bersabda: <i>“ Akan terjadi masa dimana umat-umat diluar islam berkumpul disamping kalian wahai umat islam. Sebagaimana berkumpulnya orang-orang yang menyantap hidangan. Lalu seorang Sahabat bertanya: ‘Apakah kami pada saat itu sedikit wahai Rasulullah? “Beliau menjawab: “Tidak. Bahkan ketika itu jumlah kalian banyak. Akan tetapi kalian ketika itu bagaikan buih dilautan. Ketika itu Allah hilangkan dari musuh-musuh kalian rasa segan dan takut terhadap kalian dan kalian tertimpa penyakit <b>wahn</b>. Sahabat tadi bertanya lagi : ‘wahai Rasulullah apa yang baginda maksud dengan <b>wahn</b> itu? , Rasulullah menjawab: “cinta dunia dan takut mati. </i>(H.R.Abu Dawud. Shohih lighairihi)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dwimeri.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dwimeri.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwimeri.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwimeri.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwimeri.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwimeri.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwimeri.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwimeri.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwimeri.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwimeri.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwimeri.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwimeri.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwimeri.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwimeri.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwimeri.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwimeri.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=35&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/kemana-kan-kuberi-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dwimeri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JOjObA-Jomblo2 Bahagia</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/jojoba-jomblo2-bahagia/</link>
		<comments>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/jojoba-jomblo2-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 03:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwimeri</dc:creator>
				<category><![CDATA[coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/jojoba-jomblo2-bahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Baca perlahan dan resapi… Betapa sepi hati seorang pemuda yang ditinggal menikah oleh banyak teman sebayanya. Undangan demi undangan terus ia hadiri. Sendirii, masih saja sendiri. Ketika godaan begitu mendobrak alam sadar, seorang harus senantiasa berlindung dan bertaubat jika terlanjur. Berlari kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penebar Kasih dan Sayang. Kita harus sepakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=34&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Baca perlahan dan resapi… Betapa sepi hati seorang pemuda yang ditinggal menikah oleh banyak teman sebayanya. Undangan demi undangan terus ia hadiri. Sendirii, masih saja sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Ketika godaan begitu mendobrak alam sadar, seorang harus senantiasa berlindung dan bertaubat jika terlanjur. Berlari kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penebar Kasih dan Sayang.</p>
<p>Kita harus sepakat bahwa “sabar” adalah jawaban terbaik bagi kita para jojoba (JOmblo-JOmblo BAhagia), toh karena setiap manusia punya masanya</p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">Bacalah… Karena ia adalah senja merah. Bismillah…<span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align:justify;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><i>Senja merah…<br />
Awan itu tersenyum padaku<br />
Membuat aku mengurai apa itu kesepian<br />
Apa itu cinta <span></span>   </i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Sendiri selepas hari ini<br />
Kembali aku sendiri</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Labil adanya jiwa kita<br />
Jika sarangnya tak tau entah dimana<br />
Ia ingin terbang kesana kemari<br />
Namun sayapnya terus ajak dia kembali</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Masalahnya…<br />
Ia bingung harus kemana<br />
Jika ia ingin kembali kepada satu hati<br />
Itu yang belum ia miliki</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Padahal banyak orang katakan dewasa padanya<br />
Namun gulana tak jarang bersamanya<br />
Itu karena dia kesepian<br />
Sepi bagai ruang tanpa lantunan Al-Qur’an</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Beberapa kali ia mabuk<br />
Karena matanya tak kunjung takluk<br />
Takluk oleh iman dihatinya<br />
Sehingga seharusnya ia jaga itu semua</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Keesokan harinya ia mabuk kembali<br />
Mabuk pada sesosok yang tak halal sama sekali<br />
Ooh… Apa yang terjadi padanya<br />
Kali ini ia mulai gila</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Kejadian seperti itu hanya sesaat<br />
Namun bekasnya itu lho… Dahsyat<br />
Selepas itu toh mereka kembali sendiri…<br />
Masing-masing sendiri lagi</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Tak ada yang berubah kecuali hati yang membatu </i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Mengapa ibadah tak nikmat lagi mereka rasa<br />
Itu karena;<br />
Bayang-bayang tadi merampas khusyuk<br />
Hambar hari itu rasanya sujud dan rukuk</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Ya Rabbi..Jangan kau cabut nyawa ini kecuali nanti<br />
Ketika ia siap dengan kondisi terbaik yang ia miliki<br />
Jangan hari ini besok ataupun lusa<br />
Karena ketika itu sepertinya agamaku masih setengah adanya</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>Tunggulah nanti ketika ada perhiasan paling berharga penyejuk hatiku<br />
Yang akan teruuus menemaniku<br />
Ya…Hingga nanti di surga pun, kami masih bersama<br />
Entahlah dia itu siapa -penuh tanda tanya-</i></p>
<p class="MsoNormal"><i> </i></p>
<p class="MsoNormal"><i>(Karena ku yakin Kau’kan  pilihkan yang terbaik bagiku setelah kau perbaiki diriku)</i></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Amin</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dwimeri.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dwimeri.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwimeri.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwimeri.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwimeri.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwimeri.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwimeri.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwimeri.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwimeri.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwimeri.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwimeri.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwimeri.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwimeri.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwimeri.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwimeri.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwimeri.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=34&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/31/jojoba-jomblo2-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dwimeri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Layar telah Terkembang</title>
		<link>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/28/ketika-layar-telah-terkembang/</link>
		<comments>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/28/ketika-layar-telah-terkembang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 12:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwimeri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwimeri.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga, dimulai dari memilih pasangan hidup. Islam mengikat suami istri dalam ikatan kokoh, menentukan hak dan kewajiban, serta mewajibkan mereka menjaga buah pernikahan ini. Islam juga mengantisipasi segala problema yang dapat menghadang kehidupan rumah tangga secara tepat. Itulah kesempurnaan islam yang sangat indah. Pernikahan! Kata itu sangat indah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=30&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwimeri.files.wordpress.com/2008/01/759562216l.jpg" title="759562216l.jpg"><img src="http://dwimeri.files.wordpress.com/2008/01/759562216l.thumbnail.jpg?w=500" alt="759562216l.jpg" align="left" /></a>Islam telah membimbing kita dalam membangun rumah tangga, dimulai dari memilih pasangan hidup. Islam mengikat suami istri dalam ikatan kokoh, menentukan hak dan kewajiban, serta mewajibkan mereka menjaga buah pernikahan ini. Islam juga mengantisipasi segala problema yang dapat menghadang kehidupan rumah tangga secara tepat. Itulah kesempurnaan islam yang sangat indah.<span id="more-30"></span></p>
<p>Pernikahan! Kata itu sangat indah didengar tetapi keindahan di dalamnya harus serta-merta dibarengi dengan persiapan. Pernikahan berarti mempertemukan kepentingan-kepentingan dua individu dan bukan mempertentangkannya.</p>
<p>Ketika biduk rumah tangga telah berlayar, apa saja yang bisa anda lakukan di dalamnya? Hari berlalu, pekan berlalu, bergantilah bulan. Tiba-tiba suatu hari anda merasakan ada sesuatu yang tidak mengenakkan anda. Anda mengamati sifat dan pasangan anda selama beberapa pekan sejak pernikahan, ternyata ada yang tidak anda sukai dan yang tidak anda harapkan. Sejak saat itu, anda menemukan bahwa rumah tangga tidak hanya berisi kegembiraan, namun juga tantangan, bahkan bisa juga ancaman. Seorang suami mungkin bertanya-tanya siapakah gerangan engkau wahai istriku? Demikian ia sering bertanya dalam hatinya. Sekian banyak hal-hal aneh dan asing yang ia temukan pada diri seorang &#8216;makhluk halus&#8217; bernama istrinya itu. Demikian pula, pertanyaan itu muncul di benak sang istri. Seperti ia sedang dihadapkan pada sebuah laboratorium bernyawa, tengah ada banyak penelitian dan pelajaran yang bisa dieksplorasi di dalamnya. Ia menghadapi hari-hari yang berharga, pengenalan demi pengenalan, pengalaman demi pengalaman dan berbagai pertanyaan yang belum terjawabkan. Dulu waktu masih lajang, seorang muslimah yang belum pernah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, kini tiba-tiba dihadapkan pada seorang asing yang nantinya akan mengetahui banyak &#8216;rahasia&#8217; dirinya. Ia seorang wanita yang <i>&#8216;clingus&#8217;</i> menurut orang jawa, wanita yang tak berani ngobrol dan bercanda dengan lawan jenisnya, namun tatkala masuk ke jenjang pernikahan ia harus berhadapan dengan &#8216;dunia&#8217; laki-laki. Kini, ia mencoba menyesuaikan irama kehidupan dirinya dengan sang suami. Ia mulai mengenal dunia laki-laki secara dekat tanpa jarak. Demikian pula hal-nya dengan sang suami.</p>
<p>Sebenarnyalah kesulitan yang dihadapi merupakan sesuatu yang wajar dan manusiawi. Betapa tidak! Pernikahan telah mempertemukan bukan saja dua individu yang berbeda, laki-laki dan perempuan, tetapi dua kepribadian, dua selera, dua latar budaya, dua karakter, dua hati, dua otak dan ruh yang hampir dapat dipastikan banyak ketidaksamaan yang akan ditemui oleh keduanya. Seorang manusia yang terkadang bisa saja tak paham akan suasana hatinya, sekarang malah dituntut untuk memahami hati orang lain?!</p>
<p>Kehidupan rumah tangga tak semuanya bisa dirasionalkan begitu saja, terkadang memerlukan proses kontemplasi yang rumit, memahami dunia baru, memahami suasana jiwa, logika, psikologis dan fisiologis yang bergulir bersama di dalam kehidupan rumah tangga. Kuliah S1 ternyata tak cukup membekali teori tentang &#8216;siapakah laki-laki dan perempuan&#8217; dalam tataran teoritis maupun praktis. Tentunya kita kurang mampu memahami dunia pasangan kita, kecuali menempuh pembelajaran dan saling membantu untuk terbuka kepada pasangannya tentang apa yang dirasakan, kepedihan duka, kegembiraan, kecemburuan, kekecewaan, kebanggaan, keinginan, dan jutaan determinasi perasaan lainnya. Saling mencintai memerlukan proses pembelajaran. Saling membantu mengajarkan tentang diri sendiri, bahwa aku adalah makhluk Allah yang punya keinginan dan mestinya engkau mengerti keinginanku. Akan tetapi bahasan verbal tak senantiasa berhasil mengungkap hakikat perasaan.</p>
<p>Menikah adalah pilihan sadar setiap laki-laki dan perempuan dalam islam. Seorang laki-laki berhak menentukan pasangan hidup sebagaimana perempuan. Jika kemudian sepasang laki-laki dan perempuan memutuskan untuk saling menerima dan sepakat melangsungkan pernikahan, atas alasan apakah satu pihak merasa terpaksa berada di samping pasangan hidupnya setelah resmi berumah tangga??!! Sebelum terjadinya akad nikah, pilihan masih terbuka lebar, akan tetapi setelah adanya akad nikah, adalah sebuah pengkhianatan terhadap makna akad itu sendiri apabila satu pihak senantiasa mencari-cari keburukan dan kesalahan pasangannya dengan merasa benar dan bersih sendiri. Tentunya hal tersebut merupakan salah satu bentuk penyucian diri, terlebih lagi tindakannya tersebut akan menumbuhkan benih-benih kebencian dalam hati terhadap seseorang yang telah menjadi pilihannya. Allah <i>ta&#8217;ala</i> berfirman:</p>
<p class="arab" align="right">فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى</p>
<p><i>&#8220;Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.&#8221;</i> (QS. An Najm: 32).</p>
<p class="arab" align="right">لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ</p>
<p><i>&#8220;Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, karena walaupun dirinya membenci salah satu perangainya, tentulah akan ada perangai lain yang disukainya.&#8221;</i> (HR. Muslim nomor 2672)</p>
<p>Imam An Nawawi mengatakan, &#8220;Yang benar, hadits ini merupakan larangan bagi seorang suami agar tidak membenci istrinya, karena apabila istrinya memiliki perangai yang tidak disenanginya, tentulah akan ada perangai lain yang disukainya, misalnya istrinya memiliki akhlak yang jelek, akan tetapi mungkin saja dia komitmen terhadap agama, memiliki paras yang cantik, mampu menjaga diri, lembut atau yang semisalnya.&#8221; (<i>Syarh Shahih Muslim</i>, 5/209).</p>
<p class="arab" align="right">لِأَنَّهُ إِنْ وَجَدَ فِيهَا خُلُقًا يُكْرَه وَجَدَ فِيهَا خُلُقًا مَرْضِيًّا بِأَنْ تَكُون شَرِسَة الْخُلُق لَكِنَّهَا دَيِّنَة أَوْ جَمِيلَة أَوْ عَفِيفَة أَوْ رَفِيقَة بِهِ أَوْ نَحْو ذَلِكَ</p>
<p>Memang ada pilihan lain yang dicontohkan shahabiyah Habibah binti Sahl ketika menemukan kebuntuan dalam rumah tangga sehingga dirinya mengajukan khulu&#8217;. Nabi pun memberikan jalan keluar (HR. Malik nomor 1032; Abu Dawud nomor 1900, 1901; An Nasaa&#8217;i nomor 3408; Ibnu Majah nomor 2047; Ahmad nomor 26173; dishahihkan oleh <i>Al &#8216;Allamah</i> Al Albani  dalam <i>Al Irwa&#8217;</i>, 7/102-103, <i>Shahih Sunan Abu Dawud</i> nomor 1929). Namun, cerai bukanlah jalan pertama yang harus ditempuh, sebab proses belajar menerima dan mencintai harus terjadi dan ditempuh terlebih dahulu. Karena tujuan kita menikah adalah ibadah, mengabdi pada Allah dan mencapai keridhoan-Nya. Sedangkan hasil akhir dari ibadah itu sendiri adalah mencapai tingkat ketakwaan atau pemeliharaan diri dari segala kemaksiatan, yang akan membawa pemiliknya merengkuh ridho Allah. Berbagai upaya akan ditempuh oleh orang yang ingin mencapai derajat ketakwaan, tidak terkecuali melalui pernikahan. Nabi <i>shallallahu  &#8216;alaihi wa sallam</i> bersabda:</p>
<p class="arab" align="right">اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَن</p>
<p><i>&#8220;Bertakwalah kamu dimanapun kamu berada, bila kamu berbuat kejahatan, segera iringi dengan perbuatan baik, sehingga dosamu terhapus, lalu pergaulilah manusia dengan akhlaq yang baik.&#8221;</i> (HR.  Tirmidzi nomor 1910; dihasankan Syaikh Al Albani dalam <i>Al Misykah</i> nomor  5083, <i>Ar Raudlun Nadhir</i> nomor 855, <i>Shahih wadl Dhaif Sunan At Tirmidzi</i>,  4/487)</p>
<p>Setiap pasangan hendaknya merenungkan bahwasanya ketika mereka menikah, mereka tinggal menyempurnakan &#8220;setengah ketakwaan&#8221;, apakah &#8220;setengah ketakwaan&#8221; yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka hendak disia-siakan?</p>
<p>Mari kita belajar membentuk bahtera rumah tangga yang mampu berlayar merengkuh keridhoaan-Nya. Bertakwalah kepada Allah dalam setiap mengambil keputusan dan bersabarlah menghadapi kekurangan dan kelemahan pasangan kita, karena tak ada manusia yang sempurna, teruslah bermuhasabah diri. Mudah-mudahan dengan kesabaran kita, Allah akan memudahkan dan memberikan kebahagiaan dalam rumah tangga kita. Teruslah berusaha melaksanakan semua kewajiban yang Allah bebankan pada kita dengan segala kemampuan dan kekuatan yang ada, Allah-lah sumber kekuatan kita, dengan mengharap ridha-Nya dan cinta-Nya. Berjanjilah, mulai hari ini, bahwa keindahan hidup rumah tangga pada mulanya berasal dari kesadaran anda akan janji besar ini! Dengan demikian, semoga kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga Allah mengumpulkan kita dengan pasangan beserta anak-anak kita dalam jannah-Nya. <i>Amiin&#8230;</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dwimeri.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dwimeri.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwimeri.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwimeri.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwimeri.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwimeri.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwimeri.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwimeri.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwimeri.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwimeri.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwimeri.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwimeri.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwimeri.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwimeri.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwimeri.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwimeri.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwimeri.wordpress.com&amp;blog=2181507&amp;post=30&amp;subd=dwimeri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwimeri.wordpress.com/2008/01/28/ketika-layar-telah-terkembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">dwimeri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwimeri.files.wordpress.com/2008/01/759562216l.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">759562216l.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
